Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Thursday, January 29, 2009

Horee... PayPal ku akhirnya verified


Senangnya hatiku, riang gembira, tra la la la la la la
Yiiipeeeeee...... Asik asik.... ^_^
[norak mode on]
[happy mode on]

Setelah berbinun ria selama beberapa minggu karena PayPal ku statusnya masih unverified, akhirnya status nya berubah menjadi VERIFIED (hehehe... selamat menempuh hidup baru ya)

Loh, kok bisa???? Kan loe ga punya kartu kredit??? hayo nyolong kartu kredit siapa????
Yeh, jangan nuduh gitu donk....

Dan emang ga bisa mengubah status PayPal kita tanpa kartu kredit, makanya itu yang membuat gw binun karena gw ga punya kartu kredit dan belum berniat untuk membuatnya (takut kebablasan, ga isa menahan diri buat belanja, secara kartu ATM ku aja sering jebol, hiks)

Sebenarnya udah tau sih kalo bisa pake VCC alias Virtual Credit Card, tapi ga tau cara belinya, dan yang terpenting masih ragu dengan boleh tidaknya memakai VCC untuk memverifikasi PayPal. nanti jangan-jangan PayPalku malah diblokir, kan bisa berabe....

Tapi karena gue lagi butuh banget ama PayPal makanya gw searching di google buat nyari VCC yang murah en terjamin kualitasnya....
Akhirnya nemu juga forum yang membahas tentang penjualan VCC... awalnya masih ragu sih, tapi setelah membaca semua testi yang ada disitu (bayangken saudara-saudara buat testi aja udah ada 28 halaman), akhirnya gw membuka http://www.jualvcc.net/. Dan gw menghubungi contact personnya yang baek banget mbak palupi dewi melalui YM.


Disitu gw diajarin dari A sampe Z cara memverifikasi PayPal menggunakan VCC, en malah ditungguin buat transfer duit sebesar Rp. 75.xxx,- melalui ATM. Untungnya ada ATM yang dekat dengan rumah. Jadi dengan hanya memakai baju rumah buluk dan sendal jepit yang buluk juga ( duila, segitunya.. hehehe) buru-burulah gw ke ATM dan mentransfer duitnya.
Abis itu YM an lagi deh ama mbak palupi. Ga sampe 4 menit, PayPal gw akhirnya berubah menjadi PayPal Personal Verifikasi.

Tengkiu very much buat mbak palupi en www.jualvcc.net/ yang telah membantu gw.

Nyanyi lagi ah...
Senangnya hatiku... tra la la la la
Ayo nyanyi sama2....

Eh, belum pada punya ya??? Makanya buruan hubungi mbak palupi dan www.jualvcc.net/
Dijamin pada puas deh....
Kalo udah, yuk nyanyi lagi
Senangnya hatiku... tra la la la la

Monday, December 22, 2008

Jadwal ACLS, EKG dan HIPERKES 2009 di Jakarta (update)

TS yang terhormat,

Dengan ini kami menyampaikan informasi sekaligus mengundang TS untuk mengikuti pelatihan ACLS, EKG dan Hiperkes tahun 2009. Mohon informasi ini dapat disampaikan ke teman2 sejawat lainnya baik melalui milis angkatan atau fakultas TS ataupun melalui blog atau website TS. Bila ada informasi yang kurang jelas, TS dapat menghubungi kami di nomor HP 08170 825 883 atau dapat melalui email : danarwardhani@gmail.com . Bila TS membutuhkan poster atau leaflet mengenai acara ini, kami dapat mengirimkan atau memfaxkannya ke TS.

Atas Kerjasamanya, Kami ucapkan terima kasih


Hormat kami

dr. Danar Wardhani


A C L S ( Advanced Cardiac Life Support ) PERKI
Periode I 9 - 11 Januari 2009
Perode II 16 – 18 Januari 2009.
Periode III 30 Januari – 1 Februari 2009.
Periode IV 13 – 15 Februari 2009.
Periode V 27 Februari - 1 Maret 2009.
Periode VI 6 - 8 Maret 2009.
Tempat: PERKI HOUSE Jl. Danau Toba No.139 A-C, Bendungan HIlir, Jakarta Pusat

Fasilitas :

Pelatihan ACLS PERKI selama 3 hari.
Buku Panduan ACLS PERKI
Sertifikat ACLS PERKI ( Akreditasi 12 SKP dari IDI ).
Konsumsi ( 1x Lunch + 2x Coffe Break ) / hari.
Biaya : Rp. 2.500.000 / Peserta

Pembayaran : Transfer via rekening BCA Cab.Setiabudi No. Rek : 7660 169 231 Atas nama Danar Kusumawardhani

Pendaftaran via SMS :

Ketik ACLS # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : ACLS # 16-18 Januari 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883
Info dan Registrasi : Dr. Danar 08170 825 883


Kursus EKG PERKI
Periode I 13 – 14 Desember 2008
Periode II 10 – 11 Januari 2009
Periode III 7 – 8 Februari 2009
Periode IV 14 – 15 Maret 2009
Periode V 4 – 5 April 2009
Tempat: RS Harapan Kita Wisma Bidakara Jl. S. Parman, Slipi, JakBar

Fasilitas :
· Pelatihan EKG selama 2 hari dari PERKI JAYA
· Buku Panduan Kursus EKG dari PERKI JAYA
· Sertifikat dari PERKI JAYA ( Akreditasi 6 SKP dari IDI ) berlaku seumur hidup
· Makan siang dan 2x Coffee Break selama 2 hari
Biaya : Rp. 1.100.000 / Peserta (naik Rp. 100.000,-)

Pembayaran : Transfer via rekening BCA Cab.Setiabudi Atrium No. Rek : 7660 169 231 Atas nama Danar Kusumawardhani
Pendaftaran via SMS :
Ketik EKG # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : EKG # 10-11 Januari 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883
Info dan Registrasi : Dr. Danar 08170 825 883


HIPERKES ( Higiene Perusahaan dan Kesehatan Kerja )
Periode I 12 – 22 Januari 2009
Periode II 16 – 26 Februari 2009
Periode III 16 – 25 Maret 2009
Periode IV 11 – 20 Mei 2009
Periode V 15 – 25 Juni 2009
Periode VI 21 – 30 Juli 2009
Periode VII 3 – 13 Agustus 2009
Tempat: Departemen IKK-FKUI , Jln. Pegangsaan Timur No.16 Jakarta ( Depan Stasiun Cikini )

Fasilitas :
1. Pelatihan HIPERKES selama 9 hari ( Senin-Jumat dan Senin-Kamis)
2. Modul materi HIPERKES
3. Praktikum dan Kunjungan Perusahaan
4. Instruktur : Staf pengajar FKUI, Depkes dan Depnaker
5. Makan siang dan Coffee Break selama 9 hari
6. Sertifikat HIPERKES dari Depnaker dan Sertifikat dari Departemen Ilmu Kedokteran Komunitas FKUI Program Studi Kedokteran Kerja ( Akreditasi IDI ). Sertifikat berlaku seumur hidup
Biaya : Rp. 2.000.000 / Peserta

Pembayaran : Transfer via rekening BCA Cab.Setiabudi Atrium No. Rek : 7660 169 231 Atas nama Danar Kusumawardhani

Pendaftaran via SMS :
Ketik Hiperkes # Periode# Nama Lengkap # No.Handphone, Kirim ke 08170 825 883
Contoh : Hiperkes # 12-22 Januari 2009 # Danar Kusumawardhani # 08170825883
Info dan Registrasi : Dr. Danar 08170 825 883

Monday, December 1, 2008

Rp. 500,-

Laporan Wartawan Persda Network Hendra G, Domu D Ambarita

Pemerintah resmi menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium atau bensin sebesar Rp 500 per liter, menjadi Rp 5.500 per liter, mulai Senin (1/12) ini. Pemerintah menaikkan harga BBM 25 Mei silam karena harga minyak mentah di pasaran dunia tak terkendali, mencapai 145 dollar AS per barrel. Ketika harga minyak anjlok ke level 49 dollar AS per barrel pekan ini, pemerintah menurunkan harga bensin dari Rp 6.000/liter yang bertahan selama enam bulan.

"Terhitung berlaku mulai pukul 00.00 WIB tanggal 1 Desember 2008, harga eceran Bahan Bakar Minyak (BBM) tertentu jenis Premium turun menjadi Rp 5.500 per liter," kata Kepala Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat Departemen Energi dan Sumbar Daya Mineral Departemen ESDM Sutisna Prawira dalam siaran persnya di Jakarta, Minggu (30/11).

Ketetapan penurunan harga ini didasarkan pada Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 38 tahun 2008 tentang Harga Jual Eceran Bahan Bakar Minyak Jenis Minyak Tanah (Kerosene), Bensin Premium, dan Minyak Solar (Gas Oil) Untuk Keperluan Rumah Tangga, Usaha Kecil, Usaha Perikanan, Transportasi, dan Pelayanan Umum, tanggal 28 November 2008.

Jika harga bensin turun, tidak demikian dengan harga dua jenis minyak subsidi lainnya, minyak tanah dan Solar. Harga resmi minyak tanah tetap Rp 2.500 per liter, dan solar tetap Rp 5.500 per liter. Demikian juga harga semua bahan bakar khusus yang terdiri dari pertamax, pertamax plus, pertamina dex dan biopertamax, untuk periode 1 Desember 2008 hingga 15 Desember 2008 ini, di seluruh Indonesia, Pertamina memutuskan tidak mengalami perubahan. Harga pertamax untuk di Jakarta sama dengan periode 15 November 2008 sampai 30 November 2008, yakni sebesr Rp 6.800 per liter.

Namun penurunan harga bensin dianggap tidak berdampak banyak pada perekonomian secara makro, karena tidak diikuti penurunan harga bahan bakar lainnya, terutama jenis solar yang banyak digunakan sektor angkutan umum.

Chairman Executive Deputy Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Djimanto mengatakan, harga premiun bersubsidi yang dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 seliter tersebut tidak mampu Industri di Indonesia.

"Kalau turunnya cuma Rp 500 dan hanya untuk premium saja ya tidak signifikan. Yang dapat pengaruh ya cuma kendaraan pribadi dan angkutan umum. Itu pun hanya mengurangi ongkos operasi, tetapi tetap sedikit," kata Djimanto saat dihubungi Persda Network di Jakarta, Minggu (30/11) malam.

Djimanto meminta agar pemerintah tidak tanggung-tanggung saat menurunkan harga premium. Bila pada saat menaikkan harga juga tidak tanggung-tanggung, maka saat menurunkannya tidak tanggung juga. Penurunan harga premiun akan signifikan bila turunnya minimal Rp 1.000 per liter. "Atau bagaimana caranya agar subsidi dilakukan bukan pada barangnya tetapi untuk lepisan masyarakatnya. Misalnya subsidi premium bagi angkutan umum," tandasnya.

Untuk Industri, Djimanto menyatakan sama sekali tidak tersentuh turunnya harga premium tersebut. Hal ini disebabkan karena hampir seluruh industri menggunakan BBM solar. "Kalau solarnya nggak turun ya sama saja. Karenanya yang kita harapkan bagaimana agar harga solar turun," ujarnya.

Dia juga mengingatkan, saat ini ongkos produksi industri di Indonesia terbentur oleh harga solar dan naiknya suku bunga perbankan di Indonesia. "Pada saat negara lain menurunkan suku bunga perbankan, di sini suku bunganya malah naik. Ongkos produksi pun ikut naik," tandasnya.

Sebagai akibatnya, produk-produk impor yang menyerbu ke dalam negeri pun sulit dibendung karena harganya lebih murah dibanding dengan produksi dalam negeri. Menurutnya, ini tidak adil karena pemerintah sendiri yang membuat produksi dalam negeri tidak mampu bersaing dengan produk impor.

Sementara Ketua Umum Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) Murphy Hutagalung mengatakan pihaknya tidak akan menurunkan tarif angkutan umum. Hal ini juga telah disetujui oleh Departemen Perhubungan. "Penurunan harga premium cuma Rp 500 per liter, sementara nilai rupiah terhadap dollar terus menurun. Harga spare part pun semakin tinggi, setidaknya naik lima persen. Jadi kalau tarif turun maka pendapatan tidak menutupi ongkos," kata Murphy saat dihubungi.

Selain itu, jelasnya, angkutan yang menggunakan premium sebagai bahan bakar jumlahnya tidak lebih dari 30 persen. Sedangkan yang 70 persen angkutan menggunakan solar yang malah tidak diturunkan oleh pemerintah.

Pengamat perminyakan dan energi, Dr Kurtubi mengatakan, penurunan harga premium tidak cukup. Menurutnya, kalau turunnya hanya Rp 500 dan hanya jenis premium, tidak punya dampak terhadap perekonomian dalam negeri. Penurunan hagra BBM ini dimaksudnya untuk membantu sektor riil, nelayan, pelaku usaha kecil dan menengah, tukang ojek dan untuk meningkatkan daya beli.

"Menurut pendapat saya, biaya pokok BBM antara 4.500 - 5.000 per liter, tergantung kurs rupiah terhadap dolar. Kalau itu menjadi setandard, premium mestinya turun antara Rp 1.000 sampai Rp 1.500 per liter menjadi Rp 5.000 atau Rp 4.500, dan solar turun Rp 500 sampai Rp 1.000 menjadi 4.500 atau Rp 4.000," ujarnya.

Turunnya harga bensin 500 perak, tidak signifikan mendorong sektor riil, dan tidak signifikasn mendorong daya beli masyarkat. "Harga solar yang mestinya prioritas turun, padahal dengan harga minyak mentah di bawah 50 dollar per barrel, dan nilai tukar dollar Rp 12 ribu per dollar, terbuka peluang bagi pemerintah menurunkan harga minya lebih besar, bukan saja premium, tetapi juga solar," ujar Kurtubi.

Dengan penurunan segitu kecil, Kurtubi ragu, jangan harga harga-harga. "Jangan harga-harga kebutuhan pokok, tarif angkot saja tidak akan turun. Kecuali solar yang turun," tandasnya.

Sumber : Persda Network
Kompas.com